Pages

Friday, September 28, 2018

BNPB Kesulitan Dapatkan Data Terkini Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kesulitan mendapatkan data terkini korban bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal itu lantaran jaringan komunikasi yang masih lumpuh di kawasan yang terkena bencana.

"Daerah Donggala dan Palu kita belum dapat data yang komprehensif. Listrik padam, komunikasi putus, menyebabkan data belum terupdate baik," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Menurut dia, daerah Donggala dan Palu memang menjadi wilayah rawan tinggi gempa bumi dan tsunami. Dalam sejarah, gempa mematikan diikuti tsunami terjadi pada tahun 1927 dan 1958 disebabkan jalur sesar Palu-Koro.

"Berdasarkan pengalaman, jika suatu daerah diguncang 6 mmi, biasanya rumah penduduk hancur, roboh. Di Donggala dan Palu lebih dari 6 mmi. 6 Sampai 8 mmi," jelas Sutopo.

Sejauh ini, korban tewas akibat gempa bumi di Palu tercatat ada 48 orang. Di pantai akibat tsunami juga diduga cukup banyak korban meninggal dunia yang belum terdata.

"Memang tsunami menerjang Kota Palu dan Donggala dengan tinggi satu hingga tiga meter. Korban banyak karena masyarakat banyak melakukan aktivitas di pantai," Sutopo menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, menimbulkan kerusakan yang parah.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/news/read/3655270/bnpb-kesulitan-dapatkan-data-terkini-korban-gempa-dan-tsunami-sulteng

No comments:

Post a Comment