:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1924062/original/095892200_1539664901-010977500_1519279228-bawang_putih_istock.jpg)
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan, harga berbagai komoditas pokok pangan saat ini sudah stabil.
Bahkan, harga bawang putih yang belakangan melambung kini sudah bisa menyentuh Rp 19 ribu per kg.
Oleh karena itu, dia pun bersyukur lantaran harga bahan pangan dasar pada bulan suci ini bisa terkendali.
"Kami ucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini khususnya di bulan suci Ramadan. Alhamdulilah, tahun ini semua harga komoditas strategis stabil," ucapnya di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin 27 Mei 2019.
Bahkan, ia menegaskan, harga bawang putih di Surabaya kini sudah beranjak turun hingga menyentuh angka Rp 19 ribu per kg. Dia pun lantas berterimakasih kepada pihak importir.
"Bawang putih sempat naik di Surabaya, sekarang turun Rp 19 ribu. Terimakasih untuk pengertian seluruh importir bawang putih," ungkap dia.
Berdasarkan hasil sidak pasar di Jawa Timur beberapa waktu lalu, ia mengutarakan, harga bawang putih di daerah tersebut sudah berada di angka Rp 23 ribu per kg, lebih rendah dari target pemerintah Rp 25 ribu.
Dia lantas menyerukan agar harganya tidak semakin turun pada saat Lebaran nanti. "Sudah, jangan turun lagi. Rp 19 ribu itu sudah rendah," tegas dia.
Hal senada ia lontarkan untuk bahan pokok pangan lainnya, yakni cabai merah. Sebab secara harga, komoditas tersebut telah jatuh Rp 5.000 per kg.
"Tapi cabai jangna terlalu turun karena hanya Rp 5.000. Tolong Bulog dan pengusaha lainnya harga Rp 5.000 itu kalau bisa dibeli Rp 8.000 per kg. Kasihan petani kita," imbuh dia.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3977875/pedagang-ingin-harga-eceran-tertinggi-bawang-putih-rp-25-ribu
No comments:
Post a Comment