Pages

Tuesday, May 28, 2019

Kerusuhan 22 Mei, Muhammadiyah Minta Para Elit Utamakan Kepentingan Bangsa

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak umat Muslim untuk mempraktekkan nilai puasa yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Haedar pun mengajak seluruh umat Muslim untuk merenungkan kembali semua ibadah puasa yang pernah dijalani.

"Puluhan kali kita puasa, apakah kita sudah betul-betul bertakwa," tukas Haedar di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Dia menyatakan, puasa juga mengajarkan seseorang menjadi lebih rajin infaq dan sedekah. Dua amalan ini dinilainya juga tidak mudah dilakukan, apalagi bila kondisi seseorang sedang susah.

Selain itu, pelajaran puasa lainnya adalah menahan marah.

"Menahan marah itu juga engga gampang. Lebih-lebih saat ada pemicu. Selalu orang ada argumentasi, ada legitimasi, bahkan dalil ketika marah. Marah tetap marah saja," tuturnya.

Menurutnya, agama dan puasa sangat berperan dalam mengendalikan amarah seseorang. Haedar pun menyayangkan adanya orang yang justru merasa bangga karena sifat pemarahnya.

Sebab, amarah tidak sebaiknya diumbar. Justru, memberikan maaf adalah hal yang lebih baik untuk dilakukan.

Haedar menjelaskan, sebaiknya maaf juga diberikan sebelum seseorang terlebih dulu meminta maaf.

"Hal ini simple (sebenarnya dalam) mempraktekkan puasa, jadi kalau puasa jadi gerakan yang TSM, kita praktekan saja dalam puasa, luar biasa nanti hasilnya. Puasa TSM itu membangun peradaban," dia mengakhiri.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/news/read/3978656/kerusuhan-22-mei-muhammadiyah-minta-para-elit-utamakan-kepentingan-bangsa

No comments:

Post a Comment