:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806770/original/058657600_1557974768-20190516-Tarif-Batas-Atas-Tiket-Pesawat-Turun-FANANI-1.jpg)
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti terus melaksanakan ramp check guna memastikan kesiapan bandara, maskapai penerbangan, beserta stakeholder penerbangan terkait dalam menghadapi arus mudikangkutan lebaran Tahun 2019.
Ramp check tersebut dimulai dengan pemeriksaan terhadap kesiapan armada pesawat yang dilakukan secara random.
Dari pengecekan tersebut, dari 542 armada angkutan udara, 92 persen dipastikan dapat digunakan untuk melayani kebutuhan angkutan Lebaran 2019. Pesawat tersebut milik maskapai Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air, Lion Air, Citilink, Air Asia Indonesia, Wing Air, NamAir, Trigana Air, TransNusa, Susi Air, Xpress Air.
Selain itu, Polana beserta jajaran juga melakukan inspeksi di Airport Operation Control Center (AOCC) guna memastikan bahwa operation control dari bandara terkait pelayanan di bandara berjalan efektif.
AOCC merupakan fasilitas pengelolaan sistem bandara yang di dalamnya banyak stakeholderterdiri dari PT Angkasa Pura II, maskapai, CIQ, Ground Handling Agent, Pertamina hingga Air Traffic Control.
“Dalam tinjauan yang dilakukan terdapat koordinasi yang baik antar stakeholder di bandar udara seperti penyelenggara bandara, maskapai, AirNav, groundhandling, Bea Cukai. Kolaborasi dan berkoordinasi sangat penting dilakukan, karena jika ada kejadian langsung dapat segera dicarikan solusi melalui Airport Collaboration Decision Making (A-CDM)”, jelas Polana dalam keterangannya, Senin (27/5/2019).
Polana menyebutkan dalam AOCC yang memiliki 2150 CCTV terdapat ruang control terpadu, keamanan, crisis center.
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3977870/ada-464-penerbangan-tambahan-di-bandara-soetta-buat-layani-mudik-2019
No comments:
Post a Comment