Pages

Friday, February 1, 2019

HEADLINE: Juara Piala Asia 2019, Modal Qatar Jelang Piala Dunia 2022

Namun, sebenarnya butuh kerja amat keras bagi Qatar untuk bisa jadi kampiun Asia. Pasalnya, mereka datang ke UEA dengan rekor selalu kalah di Piala Asia 2015. Namun, mereka terus berbenah, tentu juga sebagai bagian dari persiapan mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sejak 2015, mereka secara khusus menempa para pemain muda mereka di Doha’s Aspire Academy. Tidak hanya sepak bola, banyak atlet olahraga lain juga ditempa di sini, salah satunya juara dunia lompat tinggi, Mutaz Essa Barshim.

Namun, memang, Doha’s Aspire Academy, lebih diprioritaskan untuk atlet-atlet sepak bola, demi persiapan Piala Dunia 2022.

Maka itu, fasilitas yang disediakan pun benar-benar berkualitas, mirip dengan akademi-akademi sepak bola klub-klub elite Eropa, seperti Manchester United ataupun Bayern Munchen.

Mereka juga membangun link ke klub-klub elite Eropa tersebut. Termasuk mencari pelatih yang bener-benar berkualitas, seperti Felix Sanchez, yang juga pernah menangani akademi sepak bola Barcelona.

Sanchez awalnya ditugaskan menangani Qatar U-19 pada tahun 2014. Dan, benar saja, ketika itu, Qatar langsung berjaya menjadi juara Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar, yang juga diikuti Indonesia di bawah asuhan Indra Sjafri.

Nah, pemain-pemain yang ikut membawa Qatar juara Piala Asia U-19 2014 itulah yang kini banyak menghiasi skuat Sanchez di UEA, termasuk Ali, sang mesin gol.

"Kami bekerja sangat, sangat keras setiap waktu. Di setiap sesi latihan, kami berlatih bersama, bekerja bersama, seperti keluarga," ujar Pedro Correia, gelandang Qatar kelahiran Portugal. "Ya, setiap waktu kami merasa seperti keluarga, kami berjuang sebagai keluarga."

Let's block ads! (Why?)

https://m.liputan6.com/bola/read/3885705/headline-juara-piala-asia-2019-modal-qatar-jelang-piala-dunia-2022

No comments:

Post a Comment