:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1105946/original/093379800_1452321674-Viva-Yoga-Mauladi-1.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan ada beberapa hal yang bisa menentukan arah politik partainya. Salah satunya adalah komunikasi dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
"Soal posisi politik ditentukan oleh dua hal. Pertama di internal partai, posisi politik PAN akan ditentukan di Rakernas PAN. Dan kedua, akan ditentukan oleh proses komunikasi politik yang terjalin dengan presiden terpilih, kata Viva saat dihubungi merdeka.com, Selasa (30/7/2019).
Viva menilai tidak ada yang salah berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
"Soal apakah PAN berada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, menurut platform PAN, adalah sama-sama mulianya asal untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," ungkapnya.
Dia juga ingin pemerintahan dikelola secara efektif. Serta melibatkan seluruh elite politik. Sebab tantangan Indonesia ke depan sangat besar.
"Suasana kolektif para elit, adanya soliditas politik antar kekuatan politik, dan terawatnya kohesivitas sosial akan menjadi energi positif agar Indonesia bergerak menjadi negara maju, modern, adil, dan makmur," ucapnya.
Tak Pernah Bicara Koalisi
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan membantah penjajakan dengan koalisi pendukung Presiden Joko Widodo. Zulkifli menegaskan tidak pernah bicara terkait bergabungnya PAN dengan pemerintah.
"Tidak. Kita yang baik-baik ikut saja. Ya kita dukung, kita doakan supaya sukses," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).
Reporter: Sania Mashabi
Sumber: Merdeka
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Usai Pilpres 2019, partai koalisi pendukung Jokowi mulai kasak-kusuk membicarakan pembagian kursi para menteri. Tercatat ada sembilan partai yang tergabung dalam koalisi Jokowi pada Pilpres 2019.
No comments:
Post a Comment