:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2841977/original/048232900_1561994590-PHOTO-2019-07-01-20-45-09.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan terima kasih kepada tim hukumnya yang telah memenangkan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menggelar pertemuan tertutup dengan tim hukumnya di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Senin (1/7/2019) malam.
Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra mengatakan pertemuan tersebut hanya silaturahim. Dia menyebut ada seluruh tim hukum Jokowi yang berjumlah 33 turut hadir.
"Kemudian juga didampingi oleh beberapa fungsionaris TKN (Tim Kampanye Nasional). Silaturahim saja dan melaporkan ke beliau bahwa kami telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan Pak Irfan tadi menyerahkan salinan putusan dari MK kepada Pak Presiden Jokowi," kata Yusril usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/7/2019).
Dalam pertemuan itu, Yusril menuturkan Jokowi menyampaikan terima kasih kepada tim hukumnya yang telah bekerja secara maksimal, sehingga MK menolak gugatan sengketa Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandiaga.
Menurut Yusril, Jokowi juga bercerita bahwa dirinya selalu memantau persidangan sengketa Pilpres di MK lewat siaran televisi.
"Beliau mengatakan sangat senang karena tim lawyer bekerja sangat kompak dengan tenang, tidak emosional dan akhirnya dapat menangkan gugatan atau menolak gugatan Prabowo-Sandi, sehingga pak Jokowi tetap disahkan sebagai presiden. Cuma itu," jelasnya.
Putusan MK Disosialisasikan
Anggota tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menjelaskan dalam pertemuan tersebut pihaknya turut melaporkan pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan sebagai kuasa hukum dari pasangan calon nomor urut 01. Selain itu, tim hukum juga menyarankan agar putusan MK disosialisaikan kepada masyarakat sehingga tak ada lagi narasi kecurangan.
"Itu saja. Selebihnya kami makan malam bersama (dengan Jokowi)," ucap Asrul.
Saksikan video pilihan berikut ini:
Ketum PKB Muhaimin Iskandar berharap jumlah menterinya dalam kabinet Jokowi tidak dikurangi.
No comments:
Post a Comment