:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2239269/original/032781100_1528189561-Kapolri-Tito-Karnavian1.jpg)
Iqbal, juga mengatakan bahwa polisi telah mengetahui orang yang membayar para calon eksekutor itu. Lantas, siapa otak di balik rencana pembunuhan ini?
" Nanti mengganggu proses kami kalau saya sebutkan," kata Iqbal.
Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan pendana ini memberi uang sebesar Rp 150 juta dalam bentuk dolar Singapura kepada aktor intelektual kemudian disalurkan lagi ke koordinator di lapangan.
"Koordinator lapangan dia mencari senjata, mencari eksekutor, dia memapping dimana tempat eksekusinya. Itu semua," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.
Dia menegaskan, dana tersebut bukanlah honor mereka. Setelah melakukan eksekusi pembunuhan baru akan diberikan honornya.
"Honor untuk aksi dikasih lagi. Dan ada janji juga. Pokoknya kalau berhasil mengeksekusi satu, yang apa namanya empat, tapi satu dulu yang harus dieksekusi, yang lembaga survei itu. Kalau misalnya kamu dapat itu, hajar dulu yang lembaga survei, nanti baru dikasih uang dan seluruh keluarganya ditanggung," ungkap Dedi.
Menurut dia, semua dana tersebut berbentuk tunai. "Cash, langsung dikasih cash. Kemudian dicairkan di money changer, Rp 150 juta langsung dia pakai itu," jelas Dedi.
Menurutnya, para tersangka ini semuanya motif ekonomi semata. "Ada order (pembunuhan) dari aktor intelektual. Larinya ke ekonomi," Dedi memungkasi.
Sementara, seorang perempuan berinisial AF yang terlibat jual beli senjata ilegal ini bersuamikan seorang purnawirawan berpangkat Mayor Jenderal.
"Iya. Enggak usah dikasih tahu itu sudah tahu," ucap Dedi.
Dia menegaskan, AF merupakan perantara saja. Yang hanya menjual senjata tersebut.
"Dia dapat senjata, broker. Kemudian senjata itu dia jual," jelas Dedi.
Dedi tak menjelaskan apakah suaminya yang purnawirawan ikut berperan dan mengetahui senjata tersebut. Menurut dia, pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait asal senjata api itu.
"Masih didalami," pungkasnya.
https://www.liputan6.com/news/read/3978380/terungkapnya-skenario-pembunuhan-4-tokoh-nasional
No comments:
Post a Comment