Pages

Tuesday, May 28, 2019

Cerita Mencekamnya Serangan Perusuh ke Asrama Brimob 22 Mei

Kasubdit KBR Jajaran Polda Metro, AKP Ibrahim Sadjap mengungkap betapa mencekam kerusuhan yang terjadi pada dini hari itu. Saat peristiwa terjadi, AKP Ibrahim berada di lokasi kejadian.

Saat itu pukul 02.00 WIB, Ibrahim sedang beristirahat di asrama Mako Brimob. Saat sedang tertidur, tiba-tiba Ibrahim dibangunkan teman yang sedang piket. Ternyata asrama diserang.

"Jadi waktu itu awalnya kebetulan karena kami siaga satu jadi yang tidak bertugas di Bawaslu, stand by di kantor. Sekitar pukul 02.00 WIB karena stand by di kantor dibangunin sama piket. Izin Komandan markas diserang," kata Ibrahim.

Ia saat itu langsung bergegas memakai perlengkapan seperti pelindung badan dan kepala. Bahkan Ibrahim sempat mengira bahwa itu hanya tawuran warga biasa saja.

Ibrahim menyebut, jumlah anggota polisi yang saat itu berjaga di Asrama Brimob hanya berjumlah 60 orang saja. Ia sempat merasa kewalahan dalam menangani para perusuh tersebut.

"Sudah kami beri peringatan, kami sampaikan hampir tersulut emosi, cuman sama Kadem-Dandem perintahkan jangan ada keluarkan senjata tajam. Tidak ada untuk persiapan PHH. Jadi logistik disuruh ambil ke gudang peluru karet, semua amunisi dalam keadaan terdesak ganti peluru karet. Tidak ada peluru tajam, karena peluru karet jaraknya tidak jauh, tidak bisa terjangkau. Jadi mereka dengan bebasnya," kata Ibrahim.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/news/read/3978687/cerita-mencekamnya-serangan-perusuh-ke-asrama-brimob-22-mei

No comments:

Post a Comment