:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2765384/original/005138700_1553953932-20190330-Jokowi-Prabowo-Debat-8.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Debat keempat capres mengangkat tema ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan, serta hubungan internasional. Siapa sangka, debat kali ini diawali dengan curhatan kedua capres di tengah hiruk pikuk tahun politik.
Hal tersebut bermula di sesi pertama ketika sesi ideologi. Saat itu Prabowo yang diberi kesempatan pertama melayangkan pertanyaan kepada Jokowi.
Prabowo mempertanyakan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin yang menuding dirinya membela paham khilafah, "seolah sata akan melarang tahlilan, ini tidak masuk akal," kata Prabowo di Debat Capres, Sabtu (30/3/2019).
Prabowo lalu menjelaskan silsilah dirinya yang terlahir dari keluarga yang beragam secara keyakinan.
"Ibu saya nasrani. Saya lahir dari orang nasrani," kata Prabowo.
Prabowo lalu menyebut dirinya sejak usia 18 tahun sudah bergabung dengan Akademi Militer. "Dari usia 18 tahun, saya mempertaruhkan nyawa saya untuk membela Pancasila. Bagaimana mungkin saya dituduh akan mengubah Pancasila," tutur Prabowo.
Pertanyaan Prabowo tersebut direspons Jokowi. Menurut Capres 01 ini dirinya percaya bila Prabowo adalah seorang yang patriotik, nasionalis, dan pancasilais.
"Tapi saoal tuduh-menuduh, saya juga banyak dituduh selama empat setengah tahun ini," kata Jokowi.
Dia menuturkan, selama itu dirinya dituduh PKI, "Saya biasa saja, tidak pernah jawab," kata Jokowi.
Menurutnya, saat ini dibutuhkan adalah memberikan contoh kepada masyarakat cara berpolitik yang santun, tidak menghujat, meremehkan.
"Kenapa kita tidak memberikan contoh baik, saling bertoleransi, kenapa tidak seperti itu," ujar Jokowi.
https://www.liputan6.com/pilpres/read/3930091/debat-keempat-capres-jadi-panggung-curhat-jokowi-dan-prabowo
No comments:
Post a Comment