:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2370395/original/089056900_1538208383-000_18L6U3.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Jorge Lorenzo sudah meneken kontrak berdurasi dua tahun dengan Honda mulai MotoGP 2019. Namun, Lorenzo disinyalir menyimpan sedikit rasa sakit hati kepada Ducati. Itu karena Ducati sempat meragukan kemampuannya.
Di awal, perekrutan Lorenzo adalah bukti ambisi besar Ducati untuk jadi yang terbaik di MotoGP. Mereka tergiur dengan prestasi X-Fuera yang memenangkan tiga gelar juara dunia bersama Yamaha (2010, 2012, 2015).
Faktanya, Lorenzo justru memperlihatkan penampilan buruk di musim perdananya bersama Ducati (MotoGP 2017). Saat itu, Lorenzo sama sekali tak mempersembahkan kemenangan. Prestasinya hanya raihan tiga podium hingga finis di urutan ketujuh klasemen.
Hal itu yang membuat Ducati mulai meragukan kualitas Lorenzo. Isu tak dilakukannya perpanjangan kontrak pun mencuat. Isu soal peningkatan upah Andrea Dovizioso dan menarik Danilo Petrucci sebagai pengganti pembalap asal Spanyol itu juga muncul.
Tak heran jika Lorenzo sempat menyindir Ducati bahwa mereka lebih memilih merekrut pembalap murah ketimbang dirinya yang bergaji besar. Hal itu pun sampai ke telinga Petrucci. Pembalap asal Italia itu merasa kecewa dengan apa yang dikatakan Lorenzo.
"Ketika Ducati memilih saya, saya adalah pembalap Ducati terbaik di klasemen dan Jorge belum memenangkan balapan. Saya telah membuat banyak podium dibandingkan dirinya dan saya pikir Ducati telah membuat pilihan yang logis. Hal lain yang mempengaruhi saya adalah ia berbicara seolah-olah tidak adil bahwa saya menggantikannya," ujar Petrucci, dikutip Tuttomotoriweb.
MotoGP Aragon, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Berita Video
No comments:
Post a Comment