:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2343308/original/017209500_1535441624-20180828-Jonatan-Christie-Raih-Emas-Asian-Games--TEBE-1.jpg)
Ika menambahkan, pelecehan seksual sendiri tidak lepas dari kesetaraan gender. Salah satunya adalah budaya dan konsep pemikiran yang tertanam di masyarakat bahwa laki-laki memiliki derajat lebih tinggi dari perempuan. Inilah yang menjadi penyebab perdebatan mengenai komentar warganet soal tubuh Jonatan Christie.
Walaupun begitu, pelecehan bisa dilihat bukan karena komentar tersebut ditujukan pada laki-laki atau perempuan. Namun apa tujuan dari komentar tersebut. Dalam kasus Jonatan Christie sendiri, hal itu wajar karena dia memang melakukan selebrasi yang mengundang komentar publik.
"Kalau ada atlet perempuan yang melakukan selebrasi seperti itu sah-sah juga sih kalau ada laki-laki yang komen. Tapi pasti atlet ini juga akan menuai hujatan karena masyarakat kita menyakini bahwa perempuan tidak boleh buka baju di tempat umum," kata Ika.
"Tapi kalau kita lihat atlet voli pantai, maraton, renang, terus ada laki-laki yang komentar vulgar, ya itu jelas tidak depat dan pelecehan. Karena mereka kan tidak dengan sengaja memamerkan tubuhnya," tambahnya.
Sehingga, dalam hal ini bukan kepada siapa komentar tersebut ditujukan, namun apa tujuannya.
"Ketika itu lebih menjadikan obyek seseorang sehingga tidak lagi memikirkan hak dan privasinya, maka itu perlu diwaspadai mengarah kepada pelecehan," tutup Ika.
Saksikan juga video menarik berikut ini:
Kesuksesan yang didapat Jonatan Christie ternyata secara tak langsung didapat dari tuah Taufik Hidayat.
No comments:
Post a Comment